Yang terlewatkan*

20 November. Bagi kami bukan sekedar tanggal. Bagi kami itu sebuah penanda. Penanda bahwa telah sekian lama kami bersama. Penanda setiap tahunnya bahwa kami memasuki fase hubungan yang berbeda, penanda bahwa waktu persiapan kita untuk memasuki jenjang kehidupan selanjutnya semakin sedikit, penanda untuk kami memperbaharui komitmen agar komitmen kami selalu terjaga sampai akhir hayat nanti. Tepat hari ini, 20 November 2012, menjadi penanda, telah 2 tahun kami bersama. Bahagia? Tentu saja. Bohong jika kami bilang tidak.

Hari ini jauh beda dengan setahun yang lalu. Setahun yang lalu kami bisa seharian bersama, merayakan hari jadi kami yang pertama. Hari ini, kami tetap bersama juga, tapi kebersamaan kami beda ruang dimensi, aku di Jakarta dan dia di Jatinangor. Yang satu ngantor, yang satu ngampus. Jadilah kami #AntaraJakartaJatinangor. Buat kami, selebrasi akan hari jadi kami bukan suatu hal yang mesti. Karena esensi sesungguhnya adalah bagaimana kami bisa berefleksi atas apa yang telah kami lalui, memperbaiki yang kurang-kurang, kemudian merencanakan aksi untuk masa yang akan datang.

@galuh_andhra :

No one else would understand our relationship. But I’m sure that we committed to a lifetime of love & relationship#AntaraJakartaJatinangor

Kini tahun ke 2 pun akan berlalu. Semoga ikatan itu tetap kuat hingga saatnya nanti, segalanya indah pada waktunya#AntaraJakartaJatinangor

Bkn mudah,melewati tahun ke2 ini.Bahkan mgkn bahtera ini sempat terguncang badai.Alhamdulillah ia tetap melaju#AntaraJakartaJatinangor

Let our loves never goes away. Let our life will always be interesting, challenging, and full of happiness #AntaraJakartaJatinangor

@destyprayoga :

Sistem ini Family Medicine. Banyak dapet ilmu ttg cara ngurus keluarga. Mungkin emang disiapin buat berkeluarga :))#AntaraJakartaJatinangor

Tahun ini tahunnya internalisasi. kenal, paham bahkan sampe hapal masing2nya. Sampe detil kecil2 yg mngkn g penting#AntaraJakartaJatinangor

Itu twit kami kemarin, sekedar iseng saja memang, tapi mungkin jujur sekali, sebagai curahan isi hati.

Selamat tanggal 20 November yang kedua, semoga memang kamu dan selalu kamu hingga tanggal 20 kapanpun 😀

 

*Barusan secara tidak sengaja lihat ada file ini di komputer. Ternyata ini “yang terlewatkan” untuk di post di blog hampir setahun yang lalu. 

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Happy Graduation Desty

168699 gun (31)

For every ending
there’s a new beginning.

for every memory,
there’s a dream ahead.

The happy times, sad times, and also hard times, you’ve had so far.

But ever better, brighter days
Are waiting just for you,

So dream your dreams…
and start in now

To make them all come true!

Happy Graduation, dear …

Categories: Uncategorized | Tag: | Tinggalkan komentar

Tentang Nama Gue

Kali ini gue mau sedikit cerita tentang suatu arti dibalik nama pemberian orang tua gue. Tiba-tiba gue pengen nulis ini, setelah teringat waktu diklat prajabatan kemarin, ada seorang pengajar yang minta tiap peserta diklat untuk memperkenalkan diri dengan menyebutkan namanya. Tapi bukan sekedar menyebut nama, kami diminta juga untuk menyebutkan kepanjangan dari setiap huruf di nama kita yang menggambarkan siapa diri kita. Simple, but it’s fun, creative, and meaningful 🙂

Contoh nih, ada temen gue namanya SAIFAN ABDULLAH, nama panggilannya SAIFAN, dengan gaya lucunya dia kemudian bilang :

S = Saya ingin nikah

A = Akhirnya nanti saya nikah

I = Ingin sekali nikah

F = Fastinya akan menikah

A = Akan menikaaaaah

N = Nah, nikah juga deh akhirnya…

Lalu, kami pun serentak tertawa sambil mengamininya.. Semoga lo cepet menemukan tambatan hati ya bro.. Buat saif kalo lo baca ini, gue tunggu undangannya ya 😀

Sampe akhirnya giliran itu nyampe ke gue. Kebetulan juga gue tahu apa arti dibalik nama gue, karena papa mama udah pernah cerita kenapa gue diberi nama “Galuh Chandra Wibowo”. Dan ada singkatan juga di nama depan gue.

Galuh = Ga pernah ngeluh !

Chandra = Orang yang termahsyur

Wibowo = Berwibawa

Nah, jadi secara harfiah arti dibalik nama gue itu adalah Orang yang termahsyur, berwibawa, dan ga pernah ngeluh.. Aamiiiin !

Karena nama itu doa dari orang tua kita, jadi baiknya bagi temen-temen yang pada belum tahu apa arti dibalik namanya, buruan untuk nanya sama orang tua lo. Biar kita semua tahu, apa doa dan harapan orang tua buat kita kelak.

Nah selain gue sebutin arti harfiah sebenernya dari nama gue, gue juga punya arti sendiri tentang nama panggilan gue :

G = Ganteng (yang ini agak narsis ya :D)

A = Aktif, karena gue dari SD – Kuliah selalu ikutan ekskul dan organisasi. Buat gue, aktif dan berkontribusi di suatu organisasi itu passion. Karena gue bisa mengembangkan kapasitas diri, membangun relasi, dan menebar manfaat ke seisi bumi.

L = Leadership, ini karena gue selalu tertarik sama topik-topik yang berbau leadership. Dari kecil, papa selalu cerita tentang tokoh-tokoh hebat nasional dan internasional , utamanya Bung Karno.

U = Unik, kenapa unik? Waktu diklat gue bilang “kalian bisa menemukan keunikan dalam diri gue, jika kalian feel free to talk about anything with me” (gaya banget gue ya :D)

H = Humble, gue itu anaknya rendah hati dan tidak sombong 😀

Ya, begitulah kira-kira tentang nama gue.

Categories: Uncategorized | Tag: , | Tinggalkan komentar

Hayya ‘alas sholaah.. Hayya ‘alal falaah..

Barusan saya habis ngobrol sama Pak Rudi. Saya ngobrol sama beliau waktu mau ke mesjid ashar tadi.

Oya, pak rudi ini kasubbag perencanaan program dan penyusunan anggaran di kantor.

Awalnya dia nanya:”Luh kok sendirian aja jalannya? Temen-temen yang lain udah pada diajak ke mesjid?”. Saya jawab:”Ada yang udah jalan duluan, ada yang masih wudhu tadi pak”.

Dia lanjut nanya:”Di tempatmu, siapa yang belum rajin ke mesjid? Si A, si B ya?” (nama dirahasiakan). Saya jawab:”Nah itu bapak tahu juga hehe”.

Selanjutnya dia cerita kalau anaknya itu yang buat dia rajin sholat ke mesjid. Anaknya sekolah di SDIT. Dia bilang kalau anaknya udah dicuci otaknya. Tadinya saya mikir yang cuci otak begini dari kelompok NII kan biasanya, apa jangan-jangan NII udah masuk ke SDIT juga. Eh ternyata maksudnya anaknya itu di SDIT  diajarin (cuci otak) untuk rajin sholat fardhu di mesjid berjamaah dan tepat waktu.

Pak Rudi cerita kalo anaknya bilang ke dia,”Pa, sholat fardhu itu di MESJID, BERJAMAAH dan TEPAT WAKTU, itu baru LAKI !”.

Oke, saya agak sedikit tertampar karena bisa dihitung pake jari dalam sebulan ini udah berapa kali shubuh, maghrib, dan isya yang tepat waktu dan berjamaah di masjid hehe.

Pak Rudi juga cerita kalau anaknya yang paling kecil, masih TK, juga semangat banget pagi-pagi ngajak sholat shubuh ke mesjid. Bahkan sampai nepuk-nepuk pundaknya untuk bangunin dia kalau masih tidur.

Kebayang gimana serunya itu pagi-pagi ada kejadian dibangunin sama anak cowoknya buat ngajak sholat. Semoga peristiwa itu juga akan saya alami nanti kalau udah jadi ayah beneran. Lah kenapa yang kayak gini yang muncul di pikiran saya? Haha.

Lanjut lagi ceritanya, Pak Rudi bilang kalau:”Anak-anak muda emang hebat kalau udah kecanduan, asal kecanduan yang bener kayak gini. Rajin sholat di mesjid”. Terakhir dia juga bilang :”Beruntung loh kita kerja kayak gini, ya mesti gaji ga selangit, tapi bisa sholat tepat waktu di mesjid. Toh gaji selangit juga ga jaminan bahagia, ini kita masih mending serba cukup dan kerjaannya ga buat kita telat sholat jamaah di mesjid”.

Oke, saya tersenyum lebar dan mengangguk-anggukan kepala mendengarnya. Dan kemudian kami pun mengakhiri percakapan karena iqomah sudah didengungkan.

Hayya ‘alas sholaah. Hayya ‘alal falaah.

Marilah kita sholat. Marilah menuju kemenangan.

sinchan-siapa-belum-sholat

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

tentang mimpi

“Kamu berani bermimpi dan kamu melakukan segalanya untuk mewujudkan impian itu. Tentu, kamu harus mencari tahu terlebih dahulu apa yang akan kamu lakukan dengan mimpimu itu sebelum ia terwujud.”

 

Quote ini didapat dari obrolan saya bersama papa, saat itu kami tengah membincangkan rencana karir saya ke depan

Dreams

Categories: Uncategorized | Tag: | Tinggalkan komentar

cerita tentang kehidupan #2

enjoy-life-its-just-oneAda kalanya kita bimbang dalam hidup. Ya memang sudah semestinya begitu, karena hidup penuh dengan misteri yang mungkin membuat kita menggerutu saat ia terpecahkan. Atau malah membuat kita lompat kegirangan tatkala takdir baik yang menemui kita di balik misteri itu.

Bimbang atau dalam bahasa sekarang: “galau”. Adalah perasaan yang lumrah dialami setiap insan Tuhan. Tak terkecuali saya. Sedikit menceritakan sekaligus merapikan kenangan setelah lulus dari sekolah menengah atas dulu.

Saya yang bercita-cita menjadi seorang dokter sewaktu kecil, ternyata tak bisa melanjutkan pendidikan tinggi saya di jurusan kedokteran. Tiga universitas menolak saya (tidak lolos saat seleksi masuk-red). Malahan saya diterima di jurusan teknik. Karena saya tak yakin, maka saya tinggalkan. Saya memilih untuk mengadu nasib dengan mengikuti seleksi masuk di sebuah kampus plat merah. Lolos? Masuk? Nyatanya tidak ! Bagaikan badai hebat atau deburan keras ombak yang meluluhlantakkan hidup saya ketika itu. Mungkin terkesan berlebihan, tapi memang itu yang saya rasakan selama kurang lebih satu minggu lamanya. Jalan mulus yang selama ini bisa dilewati, kini harus dihadapkan pada tebing tinggi yang sulit untuk didaki. Mungkin, menjadi dokter memang bukan takdir saya. Maka sejak saat itu, yang pertama kali saya lakukan adalah mengumpulkan keberanian untuk meminta maaf kepada kedua orang tua karena anaknya gagal untuk melanjutkan studi kedokteran di perguruan tinggi.

Berkumpul dengan teman dekat memang menjadi obat ampuh untuk mengembalikan semangat. Itu yang saya lakukan. Mendapat cerita dari teman-teman yang saat itu tengah mempersiapkan kehidupan kampusnya sungguh membuat saya menyadari, bahwa saya tak bisa selamanya ada di kondisi seperti ini. Saya harus bangkit ! Segera setelah berdiskusi dengan teman, kakak-kakak senior, dan keluarga tentunya saya putuskan untuk tetap bisa kuliah tahun ini, meskipun bukan di kampus negeri. Dengan niat untuk mengisi waktu tunggu setahun dan mempersiapkan seleksi masuk tahun depan, saya menjatuhkan pilihan pada sebuah kampus yang sering muncul di TV dengan iklan ‘obama’-nya. Pilihan itu pun setelah mempertimbangkan faktor biaya kuliah, karena disana relatif terjangkau untuk dompet saya, karena saya ingin biaya kuliah saya tidak disupport oleh orang tua. Alhamdulillah sisa keuntungan bisnis percetakan dan konveksi saat SMA bisa saya gunakan untuk membayar dua semester di kampus tersebut.

Sejak saat itu, saya memulai hidup saya sebagai mahasiswa, mahasiswa program Diploma I jurusan manajemen informatika. Layaknya mahasiswa pada umumnya, bergelut dengan kegiatan akademis dan kemahasiswaan lainnya. Sampai pada akhirnya saya lupa untuk mempersiapkan rencana studi kedokteran saya di tahun depan. Satu bulan jelang seleksi masuk PTN, saya baru intensif belajar. Itu pun juga dikejar-kejar deadline tugas akhir kuliah DI saya. Melalui persiapan singkat itu, saya ragu untuk memilih kedokteran lagi, maka saya putuskan untuk melanjutkan studi tentang informatika seperti yang sedang saya jalani ini.  Dan Alhamdulillah, diterima di kampus berjaket kuning dan siap untuk memulai menjadi mahasiswa yang akan bergelut dengan dunia IT. Bukan dunia kedokteran seperti yang dahulu saya cita-citakan.

Meskipun sudah diterima di kampus negeri dengan jurusan IT, saya masih akan mengikuti seleksi untuk kedua kalinya di kampus plat merah yang berjurusan akuntansi dan keuangan negara, karena sudah terlanjur daftar dan membayar biaya pendaftarannya. Bermodal persiapan seadanya dan niat sekedar iseng mencoba, akhirnya saya ikut tes seleksi tersebut. Hasilnya? Ya, nasib baik sedang berpihak pada saya, Alhamdulillah saya diterima juga di kampus plat merah tersebut di pilihan pertama saya, jurusan perpajakan. Galau, lagi-lagi galau, karena harus memilih yang mana di antara dua pilihan baik tersebut.

Akhirnya setelah mempertimbangkan segalanya dan berdiskusi dengan banyak orang, juga sholat istikhoroh, saya memutuskan untuk menjadi bagian dari kampus plat merah. Kembali mengubah rencana hidup, dokter – konsultan IT – PNS !

Mungkin memang sudah skenario Tuhan. Kadang bisa kita prediksikan, kadang tidak. Tugas kita hanya mengusahakan agar takdir itu bertemu dengan kita. Jika tidak, maka kita akan bertemu takdir yang lain, yang pastinya telah Dia persiapkan sebaik-baiknya. Sekali lagi, inilah hidup. Bukan cerita yang bisa kita susun seperti yang kita mau. Bukan melulu jalan panjang yang lurus dan mulus. Tapi hidup yang selalu menawarkan episode baru yang membuat kita terus tumbuh dan berkembang.

Inilah kehidupan, dalam kebimbangan kita, akan dipertemukan: idealitas dengan realitas, harapan dengan kenyataan.

Categories: Uncategorized | Tag: | 2 Komentar

Selamat Sidang Desty

Untuknya yang sedang berjuang. Untuknya yang terus berusaha. Untuknya yang tak kenal lelah dan tak patah semangat menggapai citanya..

Selasa, 22 Januari 2013. Hari dimana dia akan menghadapi sebuah ujian. Penentuan kelulusannya dari studi di Fakultas Kedokteran Unpad. Lebih kurang 3,5 tahun sudah dia melewati semua tempaan untuk menjadikannya seorang Sarjana Kedokteran. Segera gelar S.Ked akan disematkan di belakang namanya. Sejak saat itu, maka dia lah sang dokter muda. Hari yang berat untuk dilewati, tapi akan menjadi sejarah besar atas pencapaiannya dalam hidup ini. Sebuah pencapaian yang dia persembahkan untuk dirinya sendiri, keluarga, dan orang-orang yang disayanginya.

Dia, anak kecil yang dulu pernah kukenal di bangku SMA. Pertama kali mengenalnya, saat dia mewawancaraiku tentang tema kepemimpinan. Rasanya belum begitu lama, tapi ternyata sudah 6 tahun lamanya sejak waktu itu. Kini anak kecil itu telah tumbuh dewasa. Cara bicaranya, kedalaman berfikirnya, kematangan sikapnya jauh berbeda dengan dia yang kukenal di SMA dahulu. Mungkin itulah salah satu alasan yang membuat dirinya memiliki tempat yang spesial di hatiku kini. Meski begitu, buatku dia tetap akan kupanggil anak kecil, anak kecil yang sok tahu lebih tepatnya mungkin hehe.

Jadi, bagaimana kabarmu hari ini anak kecil? Sudah siapkan? Don’t be so worried, don’t be too nervous, just do the best, okay? I know and I’m sure you can beat it ! Good luck 🙂

Rasanya ingin sekali sebenarnya untuk mengantarmu ke ruang sidang, menunggumu 30-45 menit dengan perasaan deg-degan, lalu kemudian melihatmu keluar dengan wajah bahagia dan kamu mengatakan: “Alhamdulillah, lulus, A, S.Ked !!!”.  Tapi, maaf sekali karena aku tidak bisa hadir dan berada di sana sekarang. Semoga kamu bisa mengerti. Sukses ya, semoga Allah melancarkan sidangmu hari ini. Doaku selalu menyertaimu 🙂

Oh iya, setelah kamu sidang aku punya panggilan baru untukmu, DOKTER CILIK ! 😀

SE-MA-NGAT DESTY !!Image

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Dear my angel..

Sebuah pagi yang indah.

Pagi itu terasa berat. Sulit untukku untuk membuka mata dan beranjak dari tempat tidur. Sakit kepala, pusing, tenggorokan yang sakit, dan flu yang menyerang tubuh ini seakan membuatku enggan untuk memulai rutinitas, bermacet-macet ria di pagi hari untuk menuju kantor.

Lalu samar-samar terlihat seorang yang tak asing bagiku. Ah dia seorang wanita. Kulihat dia sedang membereskan meja di kamarku. Lalu kemudian membangunkanku, memintaku dengan lembut untuk segera ke kamar mandi untuk ambil wudhu dan melaksanakan sholat shubuh. “ayoo banguuun, udah shubuh. Sholat terus mandi gih, abis itu sarapan. Udah aku siapin omelet di meja makan. Ayo sayang bangun, nanti telat ke kantornya”. Kaget, ya aku kaget dengan perkataan itu. Karena tadinya kupikir wanita itu ibuku. Tapi mendengar suara dan kata-katanya, itu pasti bukan ibuku. Kuusap wajah dan kedua mataku, memastikan bahwa aku tidak salah lihat. Dan benar,bidadari itu ternyata yang membangunkanku. Bidadari yang selalu kuimpikan untuk menjadi pendamping dalam hidupku. Bidadari yang bisa selalu memberikan hidup di saat aku merasa telah ‘mati’. Ya, dia bidadari itu.

Semangat pagi itu lalu muncul dan terasa kian hebat. Kuberanjak dari tempat tidur, bergegas sholat, mandi, sarapan, kemudian berangkat ke kantor. Bersiap menerjang jalanan ibukota yang masih gelap, mungkin masih sekitar pukul 5 waktu itu. Aku memilihr berangkat lebih pagi agar perjalanan menuju kantor bisa terasa lebih manusiawi.

Benar saja pukul 6 pagi waktu itu, ibu jariku telah menempel di mesin absen kantor. Maka dimulailah hari itu. Menghabiskan setengah waktu dalam 24 jam untuk bergelut dengan pekerjaan kantor. Tiba-tiba kulihat meja kerja di sebelahku yg biasanya kosong, terisi sebuah tas perempuan. Tapi tidak ada orang yang duduk disitu. Kulanjutkan pekerjaanku dan kemudian aku intip siapa sebenarnya yang duduk di meja kerja sebelahku ini. Ah sosok wanita itu lagi. Bidadari itu lagi.

Sudah! Cukup sudah untuk terus-terusan berhalusinasi. Semua ini mimpi. Bidadari itu tak mungkin disini, tak mungkin juga yang pagi tadi membangunkanku. Mungkin memang bukan dia, tapi suatu saat aku yakin pasti itu dia, bidadari itu.

Tidak, aku takkan pernah sedih karena halusinasi atau mimpiku tadi. Karena pagi ini, bidadari itu sedang bersamaku. Senyum di wajahnya, bahasa tubuhnya, tutur katanya telah menghangatkan pagiku. Menambah indah pagi ini berjuta kali. Karena pagi ini, aku bisa melihat dan memandangi indahnya 2 mentari yang terbit di pagiku. Mentari yang setiap hari selalu memancarkan cahaya kehangatan untuk manusia di bumi. Dan mentari satu lagi, yang pagi ini hanya terbit untukku, memancarkan cahaya keindahan, kecantikan, kehangatan, kelembutan, dan kesetiaannya. Terima kasih bidadariku.

*Terus goreskan di kertasmu. Semangat ijo,oren,pink!  :)*

Love you..

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

See you soon, dear Ramadhan

Lama sekali tak menulis di blog ini. 2 bulan lebih sepertinya sejak postingan terakhir saya hehe.

Tidak ada kata terlambat untuk meminta maaf. Masih dalam suasana syawal, saya mengucapkan Taqabbalallahu minna wa minkum. Minal aidin wal faidzin. Semoga Allah menerima amal ibadah kita selama Ramadhan kemarin. Selamat lebaran, semoga kita meraih kemenangan. Dengan segala ketulusan hati, saya mohon maaf lahir dan batin.

Setiap orang mungkin punya pengalaman yak tak terlupakan selama Ramadhan dan Lebaran kemarin, tak terkecuali saya. Di awal Ramadhan kemarin, kalau biasanya orang-orang menyempatkan diri untuk sahur dan berbuka di bersama keluarga di rumah, tidak dengan saya. Justru 2 hari pertama, saya sedang berkunjung ke sebuah desa kecil mendekati ujung Selatan Jawa Barat. Bersama dengan kelompok mahasiswa yang sedang KKN (Kuliah Kerja Nyata) merasakan nuansa puasa bersama warga desa yang cukup terpencil. Merasakan sholat dalam kegelapan (karena listrik yang mati), sahur dengan masakan ala mahasiswa, minimnya pasokan air, jalanan yang rusak parah dan bergelombang, berbelanja kebutuhan di pasar tradisional yang jaraknya berkilo-kilo, tapi tentunya bisa menikmati alam pedesaan yang masih asri dan indah. Selain itu, di Ramadhan kali ini, hamper sama sekali tidak bisa tidur setelah sahur, kecuali sabtu/minggu, karena harus bergegas berangkat ke kantor. Pastinya waktu pun banyak dihabiskan di kantor selama puasa tahun ini. Kalau lebarannya, yang berbeda adalah tahun ini saya memberikan amplop THR buat adek-adek sepupu. Jumlahnya sekitar hampir 30 amplop, karena adek sepupu saya cukup banyak. Masing-masing amplop diisikan uang (nominalnya dirahasiakan :D) yang saya pikir lebih dari cukup untuk makan di McD lah hehe. Alhamdulillah, tahun ini sudah bisa cari rezeki sendiri, tak tergantung dari orang tua lagi. Kalau pengalaman Ramadhan dan Lebaran kalian gimana? Seru juga kan pastinya. Gimanapun pengalamannya kemarin, yang penting jangan sampai kita hanya menjadi orang-orang yang dapat lapar dan hausnya saja selama berpuasa. Semoga puasa kita diterima oleh-Nya, aamiiiin.

Dan, Ramadhan 1433 H akhirnya berlalu sudah. Tahun ini saya merasakan Ramadhannya pergi begitu cepat. Mungkin karena pagi-sore hari lebih banyak dihabiskan di kantor, tapi itu juga bentuk ibadah insya Allah. Bisa dapat kesempatan bertemu dengan Ramadhan ini setiap tahunnya sungguh begitu berharga. Semoga Ramadhan yang telah pergi tidak sia-sia. Semoga Ramadhannya juga berbekas, ruh dan amaliyah hariannya meskipun tidak setara kala Ramadhan tapi bisa satu atau dua level di bawahnya. Semoga tahun depan kembali dipertemukan dengannya, aamiiin. See you soon, dear Ramadhan 🙂

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Saya dan BKF (2)

Lanjut lagi ceritanya…

Setelah akhirnya tahu saya ditempatkan di BKF, yang kepikiran langsung TPP (Tim Peduli Pajak). Jadi TPP ini tuh adalah tim angkatan yang mengurusi segala hal sejak persiapan menuju kelulusan di STAN sampai nanti pengangkatan PNS (khusus bagi yang ditempatkan di DJP), singkatnya ini tim sukses angkatan lah. Tadinya saya diberi amanah oleh teman-teman untuk menjadi ketua TPP ini, nah berhubung penempatan saya bukan di DJP, artinya saya akan meninggalkan TPP. Banyak sekali kenangan berharga yang didapat selama kurang lebih 1 tahun mengurus angkatan lewat TPP ini. Makanya agak sedih juga ketika harus meninggalkan TPP 😦 Yang membuat saya kepikiran adalah siapa yang harus menggantikan saya dan siapa saja yang nanti akan masuk di TPP babak baru ini? Tugas di TPP beratnya bukan main. Menghadapi ratusan teman seangkatan kita yang berbeda-beda menyikapi suatu permasalahan, terutama masalah isu kepegawaian nanti di kantor, karena kondisi saat ini tidak semulus tahun lalu perjalanannya, yak arena moratorium tadi tentunya. Sampai akhirnya, yang terpilih adalah Herman yang menggantikan saya. Selamat ya pak bos 😀 Semoga sukses mengemban amanah itu ! Yakin usaha sampai °\(^▿^)/°

Komunikasi untuk mereka yang ditempatkan di BKF pun dimulai. Ada 17 orang yang ditempatkan di BKF ini. 10 orang dari spesialisasi Administrasi Perpajakan dan 7 orang dari Akuntansi Pemerintahan. Karena dulu saya ketua TPP, maka akses ke biodata masing-masing anak pun dengan mudah saya dapatkan. Untuk yang dari akuntansi, saya tinggal minta saja ke Ketua PSAK (Tim Sukses Spesialisasi Akuntansi). Akhirnya saya bacalah biodata mereka semuanya, dan saya yakin kalau yang ditempatkan di BKF ini memang punya kompetensi yang bagus, jadi saya dengan bahagia akan segera bertemu keluarga baru di BKF ini, keluarga kecil yang berjumlah 17 orang yang akan memberikan kontribusi terbaik di BKF, insya Allah. IPK rata-rata yang ditempatkan di BKF ini 3,37, dengan IPK tertinggi 3,56, dan terendah 3,11. Kalau IPK saya sih pas banget di nilai rata-rata  😀

Ini daftar nama 17 orang tersebut:

Dari Spesialisasi Administrasi Perpajakan

  1. ACHMAD ALI SYAIFUDIN / ALI
  2. ANTONIUS IMMANUEL PARLINDUNGAN MARPAUNG / NIKO
  3. BAGUS DWI ARYANTO / BAGUS
  4. BRAMANTYA SAPUTRO /BRAM
  5. GALUH CHANDRA WIBOWO / GALUH
  6. GANJAR ASDI SUDRAJAT / GANJAR
  7. MADE SATRIAWAN MAHENDRA / HENDRA
  8. MUFTI KANDAGA ABIDIN / MUFTI
  9. MUSTAR RIFKI / RIFKI
  10. SRI REJEKI PRASASTI / EKI

Dari Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan

  1. ALFIAN PRIHANADI / FIAN
  2. BOSTON HATORANGAN MANURUNG / BOSTON
  3. HENDY HERMASTA / HENDY
  4. NUR FITRIANI ULFAH / ULFAH
  5. PRAMA WIRATAMA / PRAMA
  6. RIEDHO HIZWAR / RIEDHO
  7. WINARSO TRI RAHAYU / WIWIN

Selasa, 28 Februari 2012, menjadi kali pertama saya dan teman-teman menginjakkan kaki di lantai Gedung R.M. Notohamiprodjo, Kementerian Keuangan. Ceritanya hari itu, kami lapor diri ke Kepegawaian BKF. Sesampainya disana, kami disambut di ruangan yang berukuran 5 x 5 m2, cukup kecil sebenarnya untuk kami yang berjumlah 17 orang. Mas Yoga dan Mbak Tya yang mengawali pertemuan ini dengan perkenalan. Selanjutnya, Kasubbag Pengembangan Pegawai, Bapak Doni masuk ke ruangan dan menyampaikan arahannya. Beliau sampaikan banyak hal terkait dunia kerja di BKF, status kepegawaian kita seperti apa, dan agenda-agenda pembekalan kami sebagai pegawai baru di sini. Acara selesai pukul 11.00 dan selanjutnya kami diberitahukan untuk menunggu sampai jam keluar kantor (jam 5). Agak kaget, pertama masuk, tiba-tiba disuruh full sampai jam 5 tanpa ada acara lagi. Yang paling mungkin dilakukan adalah observasi isi kantor ini sehabis jam istirahat, jalan-jalan keliling gedung ini sambil kenalan sama pegawai di sini hehe. Seusai sholat, kami diberitahukan kalau makan siang sudah disediakan. Alhamdulillah, hari pertama makan siang pun ditraktir kantor 😀 Setelah makan siang, ada kabar yang cukup menggembirakan, kami akhirnya diizinkan untuk pulang jadi tidak perlu menunggu sampai jam 5. Besoknya pun kami tidak perlu ke kantor dulu, kalau kata Pak Doni, “Libur sehari untuk dinikmati sebelum nantinya seven to five at office”. Sampai jumpa lagi di 1 Maret, karena pada hari tersebut seluruh lulusan STAN 2011 yang ditempatkan di Kementerian Keuangan akan reuni di Gedung Dhanapala, mengikuti acara Orientasi Pegawai.

Nah, berikut ini agenda pembekalan untuk pegawai baru BKF yang akan dilangsungkan selama 2 bulan, Maret – April:

  1. Pengarahan dan Paparan dari tiap unit eselon II
  2. Paparan dari jabatan fungsional Peneliti
  3. Magang di tiap unit eselon II
  4. Diklat-diklat di Pusdiklat Keuangan Umum
  5. Tes TOEFL dan TPA
  6. Presentasi Laporan selama magang
  7. Interview
  8. Team Building Training

Sampai di sini dulu episode kedua cerita ini. Bersambung di tulisan selanjutnya ya 🙂

Foto bersama 17 orang pegawai baru BKF

 

Categories: cerita kantor | Tinggalkan komentar

Blog di WordPress.com.